Perlunya Mengenal Jenis-Jenis Sablon

Mengenal Jenis-Jenis Sablon

Jenis-jenis Sablon! Sebelum adanya sablon digital, umumnya sablon pada pakaian dilakukan dengan sablon manual. Cukup banyak jenisnya jika dikenali lebih jauh. Namun, sangatlah lumrah selaku pemakai produk tentu saja tidak begitu mengenal jenis sablon apa saja yang ada. Sedikit rangkuman dari berbagai media ini, ulasan untuk dapat mengenali beberapa jenis sablon yang biasa dipakai pada penggambaran pakaian seperti kaos dan lain-lain.

Perlunya mengenal jenis-jenis sablon!


Beberapa jenis-jenis sablon tersebut diantaranya:

Rubber:

  • Merupakan jenis sablon yang paling umum digunakan & bernama lain sablon GL,
  • Teksturnya seperti karet,
  • Cocok untuk semua warna kain (gelap ataupun terang) karena sifatnya menumpang/ menutupi rajutan kain,
  • Elastis,
  • Terasa agak panas jika sablonnya cukup besar (ngeblok).

Superwhite:

  • Jenis sablon yang karakternya meyerap kedalam serat kain seperti pigment tapi cat sablon ini bisa digunakan diatas bahan warna tua atau muda (lebih cocok untuk warna kain terang),
  • Cocok untuk yang menginginkan hasil sablon yang tipis/ Soft Handfeel,
  • Bisa memunculkan kesan vintage.

Pigment:

  • Jenis yang biasa dipakai untuk kaos berwarna terang karena sifatnya yang menyerap kedalam serat kain dan tidak bisa digunakan diatas kain yang berwarna gelap,
  • Untuk mendapat hasil yang maksimal warna cat harus lebih tua dari warna bahan/kain.

Glow in the dark:

  • Jenis sablon yang bisa menyala pada saat berada ditempat gelap,
  • Biaya lebih mahal.

Bronze atau Gold – Silver:

  • Jenis sablon yang teksturnya seperti karet yang menghasilkan warna emas dan perak,
  • Menambah kesan elegan pada kaos.

Flocking:

  • Jenis sablon yang menggunakan lapisan bahan seperti beludru yang tersedia dalam berbagai pilihan warna yang ditempel diatas kain dengan lem khusus,
  • Menambah nilai jual (terlihat lebih elegan),
  • Biaya lebih mahal.

Foam atau cat timbul:

  • Jenis sablon timbul busa yang bahan dasarnya dari karet yang akan menghasilkan efek timbul setelah diproses dengan mesin hot press.
  • Sablon timbul/bertekstur,
  • Menambah kesan unik/elegan pada kaos,
  • Lebih mudah pecah.

Foil:

  • Jenis sablon yang menggunakan lapisan bahan kertas logam (seperti alumunium foil) yang tersedia dalam berbagai pilihan warna yang ditempel diatas kain dengan lem khusus,
  • Menambah kesan elegan,
  • Sablon nampak sangat kilap,
  • Sangat mudah rontok / pecah.

 Glitter:

  • Jenis sablon yang menggunakan tinta berupa campuran serbuk mengkilat yang tersedia dalam berbagai pilihan warna yang akan menghasilkan efek berkilau.

Plastisol:

  • Jenis sablon yang berbahan dasar minyak, dengan kemampuan istimewa untuk mencetak dot atau raster super kecil dengan hasil maksimal, dan untuk mengeringkannya dibutuhkan hot gun dan mesin oven (curing) agar hasilnya lebih maksimal.

High Density:

  • Jenis sablon yang menghasilkan efek timbul tajam yang bahan dasarnya dari plastisol.

Discharge:

  • Jenis sablon yang mempunyai kemampuan menipiskan/menghilangkan warna dasar kaos kemudian diisi dengan warna baru sesuai dengan kebutuhan.

Aspal:

  • Teknik sablon yang menggunakan cat plastisol yang dicetak diatas kain dengan tekhik khusus yang menghasilkan tekstur yang unik.

Reflektif:

  • Jenis sablon yang akan menyala atau mereflektifkan cahaya jika kaos disinari oleh sebuah sumber cahaya.

Photopia:

  • Jenis sablon yang apabila terkena sinar matahari akan berubah warna.

===============================================

Cek aneka ragam produk lainnya yang bisa didapatkan dengan sistem preorder disini!

One Response to Perlunya Mengenal Jenis-Jenis Sablon

  1. Kalo tas itu bisa di sablon ga ya?

    Apa tergantung bahannya juga?

Leave a Reply

Your email address will not be published.